Minggu, 29 Juni 2014

#Pray4Karawang

Berikut data data yang kami dapatkan dari SEPETAK (Serikat Petani Karawang)
bisa menjadi dasar kajian

Matriks Putusan Peradilan
Matriks

Kronologis Sengketa Lahan di Karawang
Kronologis

Kami Terbuang di Tanah Sendiri

#Pray4Karawang

Karawang, kota pangkal perjuangan. Di tahun 1945 dengan sejarah rengasdengkloknya, dengan sejarah perjuangannya yang diabadikan dalam sajak chairil Anwar, “Antara Karawang – Bekasi”. Kali ini letupan perjuangan pun kembali muncul, bukan perjuangan melawan penjajah, bukan perjuangan melawan bangsa asing, tetapi perjuangan melawan bangsa sendiri, perjuangan melawan ketidakadilan, perjuangan mempertahankan tanah milik sendiri.
Seluas 350 ha lahan di Karawang menjadi penyebab meletusnya konflik agraria antara masyarakat dengan PT. SAMP hingga hari ini. Berawal pada tahun 1974 ketika lahan milik masyarakat disewakan kepada PT. DASA BAGJA melalui kepala desa yang menjadi perwakilannya. Menurut data yang kami dapatkan dari SEPETAK (Serikat Petani Karawang) pada tahun 1986 secara diam diam PT. DASA BAGJA yang tidak memiliki hak milik mengoveralihkan lahan tersebut kepada PT. MAKMUR JAYA UTAMA. Kemudian, di tahun 1990 lahan ini kembali dipindah tangan kepada PT. SUMBER AIR MAS PRATAMA (SAMP). Masyarakat tidak dilibatkan dalam panjangnya perpindahan tangan hak atas lahan ini.
Lebih dari 50 tahun, masyarakat telah menggarap lahan ini. Masyarakat pernah menanyakan Girik Tanah mereka di tahun 1977, namun keterangan yg diberikan oleh kepala desa setempat bahwa Girik tanah akan diurus. Selama menunggu Girik tanah, rakyat dipersilahkan untuk tetap menggarap tanah masing-masing. Rakyat pun tetap membayar pajak pada negara selayaknya kewajiban seorang pemilik tanah. Sayangnya, sampai hari ini Girik tidak pernah ada.Saat ini, PT. SAMP yang sudah diakuisisi oleh PT. Agung Podomoro Land telah memenangkan sengketa atas lahan tersebut dalam peradilan.

Senin, 23 Juni 2014, aparat brimob menurunkan pasukannya hampir 7000 orang untuk melakukan ekskusi lahan. Keesokan harinya, masa aksi solidaritas dari petani korban, buruh, LSM dan ormas menyatakan diri untuk menolak atas eksekusi tersebut. Kurang dari 2 jam, brimob mampu mematahkan barisan untuk mundur. Di lahan ekskusi, tepatnya di kampung Kiarajaya dan jalan konsorium warga sudah membuat blockade untuk menghadang pasukan brimob masuk ke lahan ekskusi. Blokade dengan mudah dipukul mundur oleh aparat. Masyarakat diperingatkan untuk membubarkan barisan, namun tetap duduk bertahan di lahan ekskusi. Sekitar 3 menit setelah hitungan peringatan aparat, mobil water canon menyerang masyarakat yang bertahan duduk di lahan tersebut, dilanjutkan oleh pasukan hura – hara yang menginjak – injak masyarakat yang tetap bersikukuh duduk dilahan itu. Pasca penyerangan dengan menggunakan water canon masyarakat pun dipukul mundur dan kembali dikejar dengan majunya pasukan kepolisian.

Tidak adanya keadlian yang didapatkan oleh masyarakat di peradilan ditambah perlakuan semena – mena aparat dalam mengekskusi lahan. Pelanggaran HAM kepada petani kembali terjadi. Ketika petani ingin mengolah lahan dan menjadi penopang ketahanan pangan nasional, haknya akan tanah direbut dengan keras. Peran pemerintah tidak lagi terasa di masyarakat, tanah lagi lagi diperuntukan bagi korporasi.
Ibarat sebuah film yang sering diputar tayang, dan kali ini adalah putar tayang yang kesekian kalinya, berita tentang konflik agraria terus berulang. Hingga kami bosan, karena tak juga ada penyelesaian atas ribuan konflik yang terjadi. Namun masih ada pengikut seluruh cerita ini dengan terus menanti ujung kisah dengan kabar bahagia. Karena kami yang akan merubah kisah tersebut, menjadi kisah yang berakhir bahagia, akhir yang membumikan kedaulatan petani, bakti kami mahasiswa pertanian Indonesia untuk bumi pertiwi dan kemerdekaan sejati.
Melihat kondisi ini, kami menuntut perhatian pemerintah kepada kesejahteraan petani. Aparat negara seharusnya menjamin keamanan dan menjadi pelindung masyarakat, bukan menjadi sosok yang terus mengkriminalisasi petani. Lahan untuk rakyat harus menjadi prioritas utama, bukan lagi kapitalisasi lahan yang terjadi. Petani harus berdaulat untuk bisa mengolah lahannya sendiri dengan tenang.
Berikut tuntutan kami Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia :
1. STOP Kriminalisasi Petani
2.  Bumikan Kedaulatan Petani
3. Usut Tuntas Kasus-kasus Agraria yang Terjadi di Seluruh Indonesia, Terutama Konflik Agraria Karawang
4. Entaskan Mafia Tanah dari Bumi Tanah Air Pertiwi
5.  Kembalikan Tanah untuk Petani, bukan untuk Korporasi
6. Menuntut Janji Presiden atas Penegakkan Reforma Agraria
7. Copot Kapolda Jabar dan Kapolres Karawang atas pelanggaran HAM terhadap Petani Karawang




Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) yang terdiri dari Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) dan Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI).

Rabu, 05 Februari 2014

MUSYAWARAH KERJA NASIONAL POPMASEPI XII


SEMINAR NASIONAL DAN MUSYAWARAH KERJA NASIONAL PERHIMPUNAN ORGANISASI PROFESI MAHASISWA SOSIAL EKONOMI PERTANIAN INDONESIA (POPMASEPI) XII “

TEMA KEGIATAN
“REVITALISASI KARAKTER POPMASEPI”
Sub Tema : “Peningkatan Sumber Daya Lokal Untuk Kemandirian Pangan Dalam Menghadapai ASEAN FREE TRADE 2015”

Tempat Pelaksanaan   :  Universitas Bengkulu dan di sekitar kota Bengkulu  
Tanggal                        : 26 Februari - 1 Maret 2014

Proposal kegiatan bisa di unduh di : Proposal
Surat Undangan Delegasi bisa diunduh di : Undangan


 

Kamis, 10 Oktober 2013

Seminar Nasional dan Munsyawarah Wilayah V POPMASEPI ke XIV

(7/10/2013)
Makasar, Senin, 7 Oktober 2013. Pelaksanaan Munsyawarah wilayah (Muswil) V ke XIV dibuka dengan Seminar Nasional diawal kegiatan. Tema yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah “Peran Sosial Ekonomi Pertanian di Indonesia dalam Memajukan Dunia Wirausaha di Era Globalisasi”.  Penyelenggara kegiatan ini adalah POPMASEPI wilayah V dan pelaksana adalah HIMSEKTA UMI Makasar.
Seminar Nasional dimulai pada pukul 10.00 WITA dengan diawali persembahan tarian daerah yang begitu anggun, tari Pa’dupa. Lalu  diiringi dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UMI Makasar dan Hymne POPMASEPI oleh seluruh peserta seminar. Acara kali ini dihadiri oleh 10 institusi, yaitu Universitas Hasanudin, Universitas Tadulako, Universitas Haluoleo, Universitas Islam Makasar, Universitas Muslim Indonesia Makasar, Universitas 45 Makasar, Universitas Muhammadiyah Makasar, Universitas Tomakaka Mamuju, STIP Toli-toli dan satu anggota sementara Universitas Andi Djemma.
Setelah persembahan-persembahan, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana, ketua HIMSEKTA UMI Makasar, ketua DPP POPMASEPI, dekan Fakultas Pertanian, Ir. H. Annas Boceng, M.Si dan wakil rektor V UMI Makasar, Arfa Sidik, MA yang sekaligus membuka secara resmi acara ini.
Tema yang diangkat pada seminar nasional ini begitu hangat dan penting untuk dipahami oleh mahasiswa Agribisnis pada khususnya. Karena dunia wirausaha di era globalisasi ini semakin beraneka ragam dan persaingan global semakin ketat. Mahasiswa agribisnis harus mampu memiliki posisi yang tepat dan strategis dalam menghadapi keadaan demikian.
Seminar nasional berjalan lancar dan diikuti oleh peserta dengan begitu hangat dan selesai pada pukul 13.00 WITA. Agenda selanjutnya setelah seminar nasional adalah pelaksanaan munsyawarah wilayah V di daerah Malino, Makasar.
Pelaksanaan Muswil pada hari selasa, 8 Oktober 2013, dimulai pada pukul 21.00 WITA dengan presidium tetap dari Universitas Muhammadiyah Makasar, UMI Makasar, dan STIP Toli-Toli. Pemilihan ketua DPW V dengan kandidat dari UMI Makasar atas nama Zaenudin, Universitas Haluoleo atas nama Ilham dan Universitas Tadulako atas nama Ari.


Suasana Muswil V POPMASEPI

Hasil pemilihan ketua DPW V POPMASEPI dengan perolehan suara 5 suara untuk UMI Makasar, 3 suara untuk Universitas Tadulako dan 1 suara untuk Universitas Haluoleo, yang berarti ketua DPW V POPMASEPI terpilih periode 2013/2015 adalah Universitas Muslim Indonesia Makasar atas nama Zaenudin.



Pelantikan Ketua DPW V POPMASEPI masa bakti 2013/2015


Rekomendasi Muswil V kali ini menghasilkan keputusan bahwa tuan rumah munsyawarah wilayah V POPMASEPI ke XV adalah Universitas Tomakaka Mamuju dan munsyawarah kerja wilayah V ke XV akan dilaksanakan di Sekolah Tinggi Pertanian Muhajirin  Toli-toli. Rangkaian acara ditutup dengan pelantikan resmi ketua DPW POPMASEPI masa bakti 2013/2015 oleh wakil dekan Fakultas Pertanian UMI Makasar, Ir Abdul Haris, M.P pada tanggal 9 Oktober 2013. (Reported By: Khoiriyyah)


Sabtu, 31 Agustus 2013

LKTI & LFDP POPMASEPI


PALEMBANG, 10-14 Desember 2012 – POPMASEPI (Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia) merupakan organisasi yang mewadahi seluruh himpunan mahasiswa sosial ekonomi pertanian kembali melaksanakan agenda rutin LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) dan LFDP (Lomba Film Dokumenter Pertanian) tingkat nasional. Kegiatan ini diselenggarakan di kota Palembang, Sumatera Selatan berikut dengan Universitas Sriwijaya sebagai tuan rumah. Kegiatan LKTI dan LFDP yang bertemakan “Green Economy” ini diikuti oleh 18 institusi antara lain Universitas Sumatera Utara, Universitas Jambi, Universitas Padjadjaran, Universitas Gajah Mada serta berbagai universitas lainnya yang tersebar diseluruh wilayah tingkat nasional.

Kegiatan berlangsung selama 5 hari dimulai dengan hari pertama, para delegasi POPMASEPI melaksanakan upacara pembukaan, seminar nasional dan dilanjutkan dengan Lomba Mading tingkat SMA yang berlokasi di Graha Bina Praja . Hari kedua kegiatan inti pun dimulai yaitu, Lomba Karya Tulis Ilmiah yang bertemakan “Green Economy” ini diikuti oleh 16 delegasi dari berbagai institusi yang berlokasi di auditorium rektorat Universitas Sriwijaya, kampus Indralaya, dengan jarak kurang lebih 1 jam perjalanan dari penginapan, Wisma Atlet Jakabaring. Perlombaan ini berlangsung dari jam 10.00 hingga 16.00 WIB dengan antusiasme para delegasi mempresentasikan hasil karya tulisnya. Setelah melalui persaingan yang begitu ketat, tim IPB (Insitut Pertanian Bogor) II berhasil meraih juara pertama dengan karya tulis mereka yang  bertemakan “Green Market”. USU (Universitas Sumatera Utara) dengan karya tulisnya “Peranan Masyarakat Batak Karo dalam Mewujudkan Medan Hijau” yang menjadi juara II, dan tim IPB I pada juara III. Juara harapan I diraih oleh UGM (Universitas Gadjah Mada), Unsri (Universitas Sriwijaya) juara harapan II, dan Universitas Bengkulu sebagai juara harapan III.

Hari ketiga dilanjutkan dengan acara pemutaran dan penilaian oleh juri mengenai film dokumenter hasil karya peserta lomba LFDP. Pemutaran film dokumenter  yang berlokasi di gedung teater Universitas Sriwijaya berlangsung meriahSelanjutnya diakhir acara diumumkan pemenang juara pertama diraih oleh IPB (Institut Pertanian Bogor), Universitas Padjadjaran sebagai juara kedua dan  Universitas Jambi sebagai juara ketiga.

Hari berikutnya acara berlangsung semakin meriah dengan agenda jalan-jalan keliling Palembang. Mulai dari mengunjungi jembatan Ampera, Field Trip berkunjung  ke PT. Pusri, menelusuri Sungai Musi, wisata ke Pulau Kemaro, dan diakhiri dengan membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman di daerah asal.

Delegasi UNPAD memperoleh juara kedua LFDP POPMASEPI

Delegasi IPB, USU, UGM, UNSRI dan Universitas Bengkulu meraih piala LKTI POPMASEPI


Demikian liputan kegiatan LKTI dan LFDP, semoga kegiatan ini bermanfaat baik secara ilmu pengetahuan serta ajang silaturahmi antar anggota POPMASEPI. Terima kasih kepada para delegasi, institusi dan pihak-pihak terkait yang turut mensukseskan selama berjalannya acara. Kita ada dan tetap satu. POPMASEPI jaya! (Reported by. SINDY RETA, Humas dan Infokom DPP POPMASEPI).


GERAKAN PANGAN NON GANDUM

Dalam memperingati Hari Pangan Se-dunia, Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) melaksanakan aksi pangan yang bertepatan pada hari Selasa, 16 Oktober 2012. Program yang dimiliki oleh bidang Pengabdian Masyarakat ini dinamakan Gerakan Pangan Non Gandum. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Non Gandum bertujuan mengkampanyekan kepada masyarakat mengenai pengurangan konsumsi gandum di Indonesia, mengurangi jumlah impor akan komoditas gandum serta pemanfaatan dan Peningkatan konsumsi produk pangan lokal.

Aksi Gerakan Pangan Non Gandum


Aksi pangan tersebut dilaksanakan oleh berbagai institusi yang tergabung dalam POPMASEPI di wilayah masing-masing. Aksi ini juga diwarnai dengan membawa dan memberikan produk olahan hasil tanaman pangan itu sendiri secara gratis kepada masyarakat sekitar. Produk tersebut diolah dalam bentuk jajanan tradisional yang selama ini telah jauh dari jangkauan masyarakat. Produk olahan hasil tanaman pangan dikemas sedemikian rupa hingga terlihat menarik dan diselipkan pesan atau himbauan untuk mengkonsumsi produk olahan tanaman pangan lokal seperti  singkong dan ubi.

Aksi kampanye dan bagi-bagi jajanan tradisional

Antusiasme masyarakat sangat besar dalam kegiatan tersebut. Sehingga menimbulkan respon baik terhadap aksi yang telah teman-teman kita laksanakan mengingat pentingnya meningkatkan konsumsi produk olahan pangan lokal. Semoga aksi ini dapat menyadarkan masyarakat akan mengkonsumsi produk olahan pangan lokal dan dapat berlanjut tidak hanya pada hari pangan, tetapi pada hari-hari selanjutnya. (Reported by. SINDY RETA, Humas dan Infokom DPP POPMASEPI).